728 x 90

Cahayaku

Cahayaku
Cahayaku

aku rindu selalu bersamaMu
rindu dan senang bertemu di rumahMu
Kita berdua memadu menjadi satu
yang ada hanya Engkau
aku terbakar oleh cahayaMu
musnah tiada tersisa
mokshanya aku karena tarikanMu
kehendakMu untuk bertemu denganku
itu terjadi pada Diri
yang tulus berserah diri
berbekal cinta sejati
pada Ilahi Robbi.

Semua makhluk sedang meniti jalan menuju cahaya-Nya

Tatkala kegelapan sedang menyelimuti hati yang tertutup dari cahaya-Nya
manusia berada dalam kebimbangan dan keraguan akan hidupnya, ia akan di ombang ambingkan oleh kehidupan yang notabene sebagai ilusi yang sedang menyelimuti dirinya. kemanakah hendak melangkahkan kaki bila terjadi sedemikian gelap menerpa diri dan lingkungan sekitar. adakah jalan untuk menemukan pelita yang bisa membawa kepada terang dan adakah secercah harapan akan datangnya pembawa Cahaya seperti Rasululloh Muhammad saw. manakala keadaan manusia disekelilingnya dalam kebodohan akan nilai-nilai ruhaniah yang mesti disembah atau dipuji dan dipuja dalam mengarungi kehidupan ini. Kebanyakan cara penyembahan yang salah bisa menjadi sia-sia dan tak ada maknanya bagi sipelaku selama di dunia ini. bahkan amalnya tidak dihitung di akhirat kelak (QS. Al-Kahfi 103-105)

103. Katakanlah " Apakah akan kami beritahukan kepadamu tentang orang-orang yang paling merugi perbuatannya?"

104. Yaitu orang-orang yang telah sia-sia perbuatannya dalam kehidupan dunia ini, sedangkan mereka menyangka mereka berbuat sebaik-baiknya.

105. Mereka itu orang-orang yang kufur (tertutup dari cahaya) terhadap ayat-ayat Tuhan mereka (dan kufur) terhadap perjumpaan dengan Dia. maka hapuslah amalan-amalan mereka
dan kami tidak mengadakan suatu penilaian bagi (amalan) mereka pada hari kiamat.

Semoga ayat-ayat ini menjadi titik awal bagi para pencari cahaya sejati.

 

Salam Bahagia

 

M.Suratno a.k.a Mahesa Jenar

Tinggalkan Komentar

Your email address will not be published. Required fields are marked with *


0 Komentar

?>