Official Personal Web Muh.Suratno
Rubrik : Catatan Suratno
Manusia Sebagai Khalifah Atas Makhluk Lainnya
Rabu, 18 Januari 2012 04:04:33 - by : admin

Assalamualaikum wr wb.
Salam Sejahtera untuk kita semua.

 

Puja dan puji syukur atas kehadirat Allah SWT yang mana sampai detik ini kita masih diberikan sehat dan Rasa Syukur serta Cinta kepada-NYA. Sejatinya cinta adalah kepada Tuhan Yang Maha Abadi nan Maha diatas segala Maha. Tak satupun cinta yang paling indah kecuali mencintai-NYA.

Ketika manusia di dalam perjalanan hidupnya menuju kepada-NYA, maka rintangan dan cobaan serta ujian harus dilewati, karena itu suatu syarat mutlak yang harus dilewati pada setiap makhluk, ketika kita bisa melewatinya maka kesuksesan yang murni akan tercapai pada puncak kenikmatan yang tak terhingga disisi-NYA.

Manusia bukanlah Tuhan, tapi manusia adalah bagian dari Tuhan, maka kita harus memahami akan perihal tersebut. Manusia diciptakan dimuka bumi ini sudah atas Ridho dan berkat dari Tuhan. Jika tanpa itu semua manusia tidak akan ada dimuka bumi ini.

Hakekatnya Tuhan menciptakan manusia adalah sebagai kaki tangannya (khalifah) sebagai pemimpin atas diri sendiri khususnya dan alam semesta pada umumnya.

Akan tetapi, saat ini banyak makhluk yang bernama manusia tidak memahami akan jati dirinya, di dalam diri manusia ada Unsur Tuhan, ada Perwakilan Tuhan, ada Sinar Kuasa Tuhan, ada Dzat Tuhan, yaitu RUH yang ada didalam jasad kita.

RUH tidak mengenal ruang dan waktu, RUH tidak bisa berbuat maksiat, RUH tidak bisa berbohong, RUH tidak bisa berkhianat, dan RUH tidak haus dan lapar, RUH tidak bisa mati, RUH abadi sepanjang masa, dan RUH inilah sebagai Unsur Tuhan, RUH inilah sebagai Perwakilan Tuhan, RUH inilah sebagai Sinar Kuasa Tuhan dan RUH inilah sebagai Dzat Tuhan.

Hakekatnya unsur yang ada di dalam diri manusia adalah semua milik Tuhan.

  1. Malaikat diciptakan sebagai makhluk yang patuh dan taat karena tidak memiliki suatu nafsu apapun, malaikat tidak memiliki kebutuhan, malaikat tidak memiliki naluri, malaikat diciptakan dan di setting oleh Tuhan sebagai simbol kebaikan.
  2. Setan atau Iblis diciptakan sebagai makhluk pembangkang dan penggoda, setan atau iblis tidak memiliki kebutuhan, setan atau iblis tidak memiliki naluri, setan atau iblis diciptakan dan di setting oleh Tuhan sebagai simbol keburukan.
  3. Binatang diciptakan sebagai makhluk pendukung, sebagai ekosistem keseimbangan, binatang tidak memiliki nafsu, binatang hanya memiliki naluri, binatang diciptakan dan di setting oleh Tuhan sebagai simbol penyeimbang.
  4. Tumbuhan dan Alam diciptakan sebagai pendukung, sebagai ekosistem keseimbangan, tumbuhan dan alam tidak memiliki nafsu, tumbuhan dan alam hanya memiliki naluri, tumbuhan dan alam diciptakan dan di setting oleh Tuhan juga sebagai penyeimbang.
  5. Manusia diciptakan sebagai makhluk yang memiliki semua simbol, simbol malaikat, simbol setan atau iblis, simbol binatang, simbol tumbuhan dan alam. Hakekatnya semua ciptaan Tuhan sempurna, akan tetapi yang paling sempurna adalah makhluk yang bernama manusia. Karena semua unsur ada, semua simbol ada pada diri manusia yang tidak dimiliki oleh makhluk lainnya. Manusia diciptakan dan di setting sebagai Khalifah untuk memimpin makhluk yang lain serta termasuk dirinya sendiri.

Maka kita sebagai manusia yang diciptakan oleh Tuhan dengan kesempurnaan ciptaan-NYA harus selalu bersyukur dan bersyukur diatas segala kejadian.

SIR atau Sirullah (rasa Tuhan yang diwakili oleh simbol Malaikat) atau NAF (rasa nafsu yang diwakili oleh simbol Setan atau Iblis) yang mana yang dominan aktif bekerja pada diri kita? atau naluri yang lebih dominan aktif bekerja pada diri kita? Diri kita sendiri yang bisa menjawabnya.

Memang kita sebagai manusia tak bisa mengelak akan simbol tersebut, semua makhluk yang bernama manusia mau tidak mau tidak bisa menghindar dari simbol tersebut, hanya bagaimana cara jiwa atau hati kita ini bisa dikendalikan, terkadang kita bisa seperti Malaikat dan terkadang kita bisa seperti Setan atau Iblis serta bahkan kita manusia terkadang bisa seperti Binatang. Maka untuk mengendalikan itu semua kita harus bisa menyatu, meyelaraskan dengan yang Suci yaitu RUH.

Di dalam seluruh kitab yang ada baik Zabur, Taurat, Injil bahkan Al-Quran tidak banyak pembahasan perihal RUH, karena RUH itu bagian dari Tuhan dan Dzatnya Tuhan, ... KU berikan sedikit pengetahuan tentang RUH, karena engkau tak akan sanggup untuk mengetahuinya ...

Bersambung ...!

Official Personal Web Muh.Suratno : http://www.suratno.com
Versi Online : http://www.suratno.com/article-manusia-sebagai-khalifah-atas-makhluk-lainnya.html