Antisipasi Gempa, Mikrozonasi Penting

Senin, 18 Juli 2011 23:14:21 - oleh : admin
Rating: 4.4/10 (9 votes cast)

JAKARTA, SURATNO.com — Dalam konferensi pers yang diadakan hari ini (1/6/2011) di Crisis Center Badan Meteorologi, Klimatologi, dan Geofisika, terungkap bahwa Jakarta memang tak memiliki potensi menjadi pusat gempa. Jakarta hanya mungkin mengalami goncangan akibat aktivitas seismik di pusat gempa luar Jakarta.

Terungkap bahwa jika gempa bermagnitudo 8,7 terjadi akibat aktivitas megathrust Selat Sunda, Jakarta akan mengalami goncangan sebesar 0,11 G. Goncangan sebesar itu bisa mengakibatkan kerusakan pada bangunan yang tak tahan gempa, sementara tak akan mengakibatkan bangunan yang bagus runtuh.

Oleh karena itu, sebagai antisipasi terhadap goncangan akibat gempa, konstruksi bangunan yang tahan gempa perlu dilakukan. Cecep Subarya, peneliti dari Bakosurtanal, mengatakan bahwa izin pendirian bangunan harus sesuai dengan building code.

"Perlu diingat, goncangan gempa tidak pernah mengakibatkan kematian. Kematian terjadi akibat runtuhnya bangunan, jadi masalah bangunan harus diperhatikan," katanya. Ia menambahkan, upaya konstruksi bangunan tahan gempa ini adalah tugas Kementerian Pekerjaan Umum.

Prof Masyhur Irsyam, PhD, staf Fakultas Teknik Sipil dan Lingkungan ITB, mengungkapkan bahwa jika memenuhi standar, bangunan di Jakarta sebenarnya aman dari gempa. Menurutnya, definisi aman berarti bahwa ketika goncangan besar terjadi, bangunan akan tetap mengalami kerusakan, tetapi tidak akan runtuh.

"Kalau gempa yang terjadi sebesar 8,7 skala Richter, goncangan di batuan dasar sebesar 0,11 G. Standar Jakarta yang lama itu 0,15 G, sementara yang baru 0,2 G. Jadi, standar ini lebih dari goncangan yang diperkirakan terjadi," tutur Masyhur.

Mikrozonasi

Lebih lanjut, Masyhur mengatakan bahwa Jakarta dan kota-kota besar lain juga perlu melakukan pemetaan mikrozonasi. Langkah ini perlu dilakukan untuk mengetahui aktivitas seismik sekaligus memprediksi kerusakan yang mungkin terjadi di wilayah yang lebih spesifik. Mikrozonasi penting sebab meskipun potensi goncangan di batuan dasar sama, goncangan yang terjadi di permukaan bisa berbeda, bergantung pada karakteristik tanah. Menurut Masyhur, jenis tanah tertentu bisa mengamplifikasi goncangan hinggga dua kali lipatnya.

"Karena pengaruh tanah, goncangannya bisa lebih besar. Sebagai contoh Jakarta Utara itu goncangannya di permukaan bisa dua kali lipat. Kalau di batuan dasarnya 0,11 G misalnya, di permukaan bisa 0,22 G," ungkap Masyhur. Dengan adanya mikrozonasi, perencanaan yang lebih matang bisa dilakukan untuk mengantisipasi bencana.

Sumber : Kompas.com

Berita "4" Lainnya
Advertisement
sukses terus Oleh : Mimi Cantik
sukses slalu untuk Pipi tercinta,TOP abis dech postinganya.Supaya Pipi makin dekat dengan TUHAN apapun yang terjadi di dalam kehidupan kita bpgang teguhlah terus kpda TUHAN kami smua slalu mencintaimu AMIN``
mantab Oleh : putri cecilia
mantab postingnya sukses slalu untuk pak RATNO smoga apa yang bpak share dsini dapat berguna bagi diri kita smua sbagai proses pmblajaran diri agar lebih baik lagi kedepannya AMIN
syurga tuhan Oleh : sultan nugroho
salam segala salam,
segala yang kita lihat,dengar,rasakan, itu adalah anugeraah dan mukjizat yang telah tuhan tampakkan kepada seluruh mkhluknya sebagai pertanda bahwa kuasa tuhan yang tak terhingga, namun manusia yang telah melupakan hal seperti itu, manusia terjebak atas pemikiran nya sendiri,tersudut atas rasanya sendiri, bukankah tuhan telah membebaskan manusia berkeliaran di muka bumi ini dengan sesuka diri nya, namun manusia itu sendirilah yang membatas2i diri nya, tuhan tidak perlu ditak
Kurcaci Tuhan Oleh : Dewo Suryo
lanjutkan..
Subhanallah Oleh : Mahesa Jenar
Subhanallah Maha Suci Alloh

Polling

Menurut Sahabat Semua, Website Suratno.com ini?



 

Kalender

« May 2012 »
M S S R K J S
29 30 1 2 3 4 5
6 7 8 9 10 11 12
13 14 15 16 17 18 19
20 21 22 23 24 25 26
27 28 29 30 31 1 2
3 4 5 6 7 8 9

Random Links

Dijual Website

View : 131 x hits
Join : 19-Jun-2011 20:20:17

IP Logs